✨ Mengapa siput bergerak sangat lambat? ✨
Berjalan-jalanlah di halaman belakang rumahmu atau berjalanlah di sepanjang sungai dan kemungkinan besar kamu akan melihat siput - hewan kecil yang licin dengan cangkang di punggungnya. Siput ditemukan di air, baik di lautan asin, sungai atau danau. Mereka juga ada di darat: di hutan, padang rumput, dan bahkan di kebun kamu.
Moluska ada di mana-mana
Mengapa siput tidak pernah terburu-buru?
Sebagai peneliti yang mengambil spesialisasi di bidang tumbuhan dan hewan, kami telah mengetahui bahwa jawabannya lebih rumit dari yang kamu bayangkan.
Siput dan keong adalah anggota dari kelompok besar hewan terkait yang dikenal sebagai moluska yang juga mencakup kerang, tiram, cumi-cumi, dan gurita.
Di dalam moluska, ada sekelompok kecil hewan terkait yang disebut gastropoda; ini termasuk siput dan keong.
Karena mereka hidup di tempat yang beragam, gastropoda yang berbeda telah berevolusi untuk mengkonsumsi hampir semua jenis makanan. Beberapa spesies adalah herbivora - mereka memakan tumbuhan hidup. Beberapa detritivora - mereka memakan tanaman yang sudah mati atau membusuk. Sebagian lagi adalah karnivora atau pemakan bangkai - mereka memakan hewan lain.
Kenapa siput jalannya lamban?
Kurangnya kecepatan siput dapat dikaitkan dengan setidaknya tiga faktor: bagaimana mereka bergerak, apa yang mereka makan, dan apa yang memakan mereka.
Pertama, ketika beberapa hewan terbang, melompat atau merayap, siput bergerak dengan menggunakan apa yang oleh para ahli biologi disebut “kaki bagian dalam.” Tapi kata “kaki” di sini bisa membingungkan. Kaki siput atau keong tidak seperti kaki manusia.
Kaki siput adalah sekelompok otot yang membentang di sepanjang bagian bawah tubuh mereka dan ditutupi oleh lendir yang lengket. Ketika berkontraksi, otot ini akan berdenyut, mengirimkan gelombang kecil dari ekor hewan ke kepalanya. Gelombang ini memampatkan lendir di bagian bawah kaki menjadi cairan yang licin, sehingga siput atau keong dapat meluncur di atas tanah atau memanjat tanaman.
Ini adalah cara yang unik untuk bergerak, dan memaksa siput dan keong bergerak lambat karena kecepatannya dibatasi oleh jumlah kontraksi kaki dan jumlah lendir yang dapat mereka hasilkan.
Siput dan keong tidak perlu terburu-buru untuk menemukan makanan mereka.
Banyak hewan, terutama pemangsa, harus bergerak cepat untuk menangkap mangsanya; seekor cheetah harus berlari lebih cepat dari kijang, misalnya. Namun, kebanyakan siput dan keong memakan tanaman, materi yang membusuk atau hewan laut, seperti spons yang berlabuh di tempatnya. Tidak ada yang banyak bergerak, jadi makan malam tidak akan ke mana-mana tidak perlu terburu-buru.
👇🏻👇🏻👇🏻
Baca artikel "Mengapa siput bergerak sangat lambat?" selengkapnya disini

Komentar
Posting Komentar